Tasyakuran Milad ke-33 Al-Manaar : Mercusuar Dalam Gelap
PEMALANG — Tasyakuran Milad ke-33 Al-Manaar menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Kampus Al-Manaar Muhammadiyah Boarding School (AMBS) Pemalang untuk merefleksikan perjalanan pengabdian sekaligus meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi beradab, berilmu, berakhlak, dan berkemajuan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) dalam suasana penuh rasa syukur, Mudir AMBS Pemalang menyampaikan dua pesan mendalam kepada para santri tentang makna sesungguhnya Al Manaar sebagai bekal menapaki perjalanan kehidupan yang panjang.
Dalam penyampaiannya, Mudir menegaskan bahwa Al-Manaar bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang pembentukan karakter, penggemblengan mental, serta penempaan diri untuk menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas.
“Al-Manaar adalah tempat kalian ditempa,” tuturnya, mengingatkan bahwa setiap proses pendidikan di pesantren merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi santri yang siap menghadapi tantangan zaman.
Lebih jauh, ia menguraikan makna filosofis nama Al-Manaar yang berarti cahaya. Menurutnya, setiap santri harus mampu menjadi penerang di tengah kehidupan yang penuh tantangan, sebagaimana mercusuar yang memancarkan cahaya di tengah gelapnya lautan.
“Al-Manaar, seperti namanya yang berarti cahaya. Kalian harus menjadi seperti mercusuar yang akan memberi cahaya pada kegelapan,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu yang diperoleh di pesantren tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus menjelma menjadi amal, keteladanan, dan kemanfaatan bagi masyarakat. Santri diharapkan mampu menebarkan cahaya Islam melalui akhlak dan perilaku.
Selain itu, Mudir AMBS Pemalang juga menekankan pentingnya prinsip SSI, yakni Sabar, Syukur, dan Istiqomah. Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalani kehidupan, menghadapi ujian, serta menjaga konsistensi dalam menuntut ilmu dan beribadah.
Sabar mengajarkan santri untuk tetap teguh dalam menghadapi setiap proses. Syukur menumbuhkan kesadaran untuk menghargai setiap nikmat dan kesempatan. Sementara istiqomah menjadi kunci agar setiap kebaikan dapat terus dijaga dan ditumbuhkan secara berkelanjutan.
Milad bukan sekadar penanda bertambahnya usia, melainkan momentum untuk memperbarui tekad dan memperkuat langkah. Dari Al-Manaar, cahaya itu terus dinyalakan, dari pesantren generasi berkemajuan terus ditempa untuk menerangi masa depan.
