Dari Mekkah Hingga Pemalang
PEMALANG (28/08/2026)— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kampus Al Manaar Muhammadiyah Boarding School (AMBS) Pemalang menjadi momentum bagi para santri dan santriwati untuk kembali mengenang sekaligus meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai agenda keislaman dan edukatif. Kegiatan diawali dengan salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an Juz 30, serta praktik infografis kokurikuler.
Puncak kegiatan berlangsung melalui tausiyah Maulid yang disampaikan oleh Drs. Sahari. Di hadapan para santri, beliau mengajak peserta untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah, teladan dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam memimpin umat.
Dalam tausiyahnya, Drs. Sahari juga mengisahkan perjalanan kehidupan Rasulullah SAW serta berbagai keteladanan beliau dalam menghadapi keluarga, sahabat, dan masyarakat. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kemuliaan Rasulullah tidak hanya terletak pada kedudukannya sebagai nabi dan rasul, tetapi juga pada akhlak dan kepemimpinannya.
Salah satu bagian yang disampaikan dalam tausiyah adalah mengenai nama Nabi Muhammad SAW. Menurut Drs. Sahari, nama tersebut memiliki keistimewaan dan kemuliaan tersendiri yang menjadi bagian dari kehendak Allah SWT.
Peringatan Maulid Nabi di AMBS Pemalang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi dan introspeksi bagi para santri untuk memperbaiki diri serta menghidupkan kembali nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya semakin mengenal sosok Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu menerapkan keteladanan beliau dalam sikap, perkataan, dan perbuatan.
Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengisi energi spiritual, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan membangun karakter generasi muda yang berilmu serta berakhlak.
