Semangat Berbagi dan Kebersamaan Warnai “Al Manaar Berbagi Kurban 1447 H” di Kampus AMBS Pemalang
Pemalang — Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Al Manaar Muhammadiyah Boarding School (AMBS) Pemalang dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan Idul Adha 1447 Hijriah yang mengusung tema “Al Manaar Berbagi Kurban 1447 H”. Kegiatan yang berlangsung sejak malam Rabu, 27 Mei 2026 tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus penguat ukhuwah antara santri, ustadz dan ustadzah, serta masyarakat sekitar kampus.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak malam hari dengan berbagai persiapan penyambutan Hari Raya Idul Adha. Para santri bersama ustadz dan panitia kurban tampak bergotong royong menyiapkan perlengkapan pelaksanaan salat Id, area penyembelihan hewan kurban, hingga pembagian tugas kepanitiaan. Semangat kebersamaan begitu terasa di seluruh sudut kampus, mencerminkan nilai pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di lingkungan AMBS Pemalang.
Memasuki pagi Hari Raya Idul Adha, lapangan kampus AMBS dipenuhi jamaah yang datang untuk menunaikan salat Idul Adha berjamaah. Tidak hanya santri dan civitas pondok, masyarakat sekitar juga turut hadir memadati lapangan sejak pagi hari. Pelaksanaan salat Id berlangsung dengan khusyuk dan tertib, dengan Imam dan Khotib yaitu Ustadz Chaesar Fiqi, B. S (Alumni S1 Universitas Islamaabad,Pakistan) menghadirkan suasana religius yang penuh makna.
Dalam khutbah Iduladha yang disampaikan, jamaah diajak untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai pengorbanan, kepedulian sosial, serta pentingnya berbagi kepada sesama menjadi pesan utama yang menggema dalam momentum hari besar umat Islam tersebut.
Usai pelaksanaan salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara santri, ustadz dan ustadzah, serta seluruh keluarga besar pondok. Agenda tersebut menjadi salah satu momen yang paling hangat dan penuh keakraban. Duduk bersama dalam suasana sederhana namun penuh kekeluargaan menjadi bentuk taqarrub atau pendekatan emosional antara guru dan santri di lingkungan pesantren.
Kebersamaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan di pondok pesantren tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan keagamaan semata, melainkan juga membangun hubungan kekeluargaan yang erat antara seluruh elemen pondok. Gelak tawa, canda, dan obrolan hangat mewarnai suasana makan bersama yang berlangsung penuh kekhidmatan namun tetap cair dan membahagiakan.
Setelah agenda kebersamaan (Taqarrub) selesai, panitia kurban mulai melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban. Pada hari Rabu, 27 Mei 2026, sebanyak empat ekor kambing disembelih di lingkungan kampus AMBS Pemalang. Proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan melibatkan ustadz, panitia, dan para santri sebagai bagian dari edukasi praktik ibadah kurban secara langsung.
Para santri tampak antusias mengikuti seluruh proses, mulai dari persiapan, penyembelihan, hingga penimbangan dan pengemasan daging kurban. Selain menjadi pengalaman berharga, kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran nyata tentang makna pengorbanan, keikhlasan, serta pentingnya berbagi kepada masyarakat.
Sementara itu, penyembelihan satu ekor sapi dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026. Hewan kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, warga yang membutuhkan, serta keluarga besar pondok sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Tidak berhenti sampai di situ, kemeriahan Idul Adha di lingkungan AMBS Pemalang juga dilanjutkan dengan agenda bertajuk “Nyate Bareng”. Kegiatan tersebut menjadi tradisi kebersamaan yang dinanti para santri. Dalam suasana santai dan penuh kegembiraan, para santri bersama ustadz/ustadzah membakar sate dan menikmati hidangan bersama-sama di lingkungan pondok.
Agenda nyate bareng bukan sekadar kegiatan makan bersama, melainkan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun hubungan harmonis antarwarga pesantren. Kehangatan suasana malam Iduladha tampak begitu hidup melalui kebersamaan yang terjalin tanpa sekat antara santri dan para pendidik.
Melalui tema “Al Manaar Berbagi Kurban 1447 H”, AMBS Pemalang ingin menanamkan nilai bahwa ibadah kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan semata, melainkan juga tentang membangun kepedulian sosial, semangat berbagi, pengorbanan, serta mempererat tali persaudaraan.
Kegiatan Idul Adha tahun ini pun menjadi gambaran nyata bagaimana pondok pesantren mampu menghadirkan pendidikan yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan kemanusiaan secara seimbang. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus dijaga, AMBS Pemalang berharap momentum Idul Adha dapat menjadi inspirasi bagi para santri untuk terus menumbuhkan jiwa kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.
