Santri-Santriwati AMBS Pemalang Ikuti Kajian “Go Internasional Bahasa Arab”, Asah Pelafalan Fushah Menuju Generasi Global

Pemalang, 9 Juni 2026 – Semangat belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa asing terus ditunjukkan oleh para santri dan santriwati Al Manaar Muhammadiyah Boarding School (AMBS) Pemalang. Pada Selasa malam (9/6/2026), selepas pelaksanaan salat Isya berjamaah, puluhan santri mengikuti kegiatan Kajian Go Internasional Bahasa Arab dengan pemateri Ustadz Sapta Oktiadi, S.E., M.E.

Kegiatan yang berlangsung di aula AMBS Pemalang tersebut menjadi salah satu program penguatan kompetensi bahasa asing yang dirancang untuk membekali para santri menghadapi tantangan global. Tidak hanya berfokus pada penguasaan kosakata dan tata bahasa, kajian kali ini secara khusus menitikberatkan pada Praktik Pengucapan Bahasa Arab yang baik dan benar (Fonologi dan Makhraj Huruf) sebagai fondasi utama dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab Fushah.

Sejak awal kegiatan, suasana tampak hidup dan penuh antusiasme. Para santri mengikuti kajian tersebut dengan serius, sembari mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh pemateri. Seluruh santri bahkan diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung pengucapan berbagai huruf dan kosakata Bahasa Arab yang sering mengalami kesalahan pelafalan di kalangan pembelajar non-Arab.

Dalam pemaparannya, Ustadz Sapta Oktiadi menegaskan bahwa kemampuan berbicara bahasa Arab tidak cukup hanya dengan memahami teori nahwu dan sharaf, tetapi juga harus diiringi dengan kemampuan melafalkan setiap huruf sesuai makhraj dan sifatnya.

“Bahasa Arab adalah bahasa yang memiliki karakter bunyi yang sangat khas. Seseorang bisa memahami arti sebuah kata, namun jika pengucapannya kurang tepat, makna yang disampaikan bisa berbeda. Oleh karena itu, latihan pelafalan merupakan bagian penting dalam proses belajar bahasa Arab,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Tidak sekadar menyampaikan teori, Ustadz Sapta juga mengajak seluruh peserta untuk melakukan praktik bersama. Satu per satu dilafalkan secara perlahan, kemudian diikuti oleh para santri secara serempak serta para santri di ajak untuk berdialog dengan teman atau lawan bicara nya. Metode ini dilakukan berulang kali untuk melatih ketepatan artikulasi serta membangun kepercayaan diri para peserta dalam berbicara bahasa Arab.

Suasana kajian semakin interaktif ketika pemateri memerintahkan seluruh santri untuk saling berinteraksi seperti yang sering terjadi dalam percakapan sehari-hari. Para santri diajak membandingkan antara pelafalan yang kurang tepat dengan pelafalan yang sesuai kaidah bahasa Arab. Melalui metode tersebut, mereka dapat memahami secara langsung perbedaan bunyi yang sering kali tidak disadari dalam praktik berbahasa.

Menurut Ustadz Sapta, penguasaan bahasa Arab pada era globalisasi saat ini memiliki nilai strategis yang sangat besar. Selain menjadi bahasa Al-Qur’an dan berbagai literatur keislaman klasik, bahasa Arab juga merupakan salah satu bahasa internasional yang digunakan secara luas dalam dunia pendidikan, diplomasi, ekonomi, dan komunikasi global.

Kegiatan kajian ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para santri. Banyak dari mereka mengaku memperoleh pengalaman baru terkait teknik pelafalan bahasa Arab yang selama ini belum mereka pahami secara mendalam. Mereka merasa metode praktik langsung yang diterapkan dalam kajian tersebut membantu meningkatkan pemahaman sekaligus keberanian untuk menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program Kajian Go Internasional Bahasa Arab, AMBS Pemalang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang unggul, berwawasan global, dan memiliki kemampuan bahasa asing yang kompetitif. Penguatan kemampuan bahasa Arab tidak hanya diarahkan sebagai sarana akademik, tetapi juga sebagai bekal dakwah, komunikasi internasional, serta pengembangan diri hingga go internasional di masa mendatang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, AMBS Pemalang berharap lahir generasi santri yang tidak hanya memahami bahasa Arab secara teoritis, tetapi juga mampu menggunakannya secara aktif, komunikatif, dan sesuai kaidah pengucapan yang benar. Langkah kecil yang dilakukan melalui latihan fonologi dan makhraj hari ini diharapkan menjadi pintu menuju kemampuan berbahasa Arab yang lebih profesional dan berdaya saing internasional di masa mendatang.

Berita Lainnya